SILENCED





"Hal terbaik dan terindah di dunia yang tak dapat dilihat dan disentuh, hanya bisa dirasakan dengan hati"- Helen Keller.









Salah satu film yang paling membuat saya merinding bahkan ketika saya menulis ulasan inipun adegan - adegan dalam film ini masih terbayang dan membuat hati saya terasa sakit, marah dan sedih.


Dibintangi oleh aktor ternama Gong Yoo, film ini menurut saya benar - benar pantas diacungi jempol dan layak mendapatkan penghargaan. Selain dari segi cerita yang diangkat dari sebuah novel berjudul Dogani (2009) oleh Kong Ji Young yang berdasarkan kisah nyata, akting dari para pemain baik itu Gong Yoo ataupun akting pemain ciliknya juga mampu membuat saya terbawa dalam cerita. Alur cerita juga dibuat singkat, padat dan membawa penontonnya ikut merasakan emosi dari para pemain. 
Film ini berhasil menarik banyak perhatian dan memancing kemarahan masyarakat Korea terutama karena hingga sampai film ini ditayangkan sekolah tempat terjadinya kasus ini masih tetap dibuka dan beroperasi. Karena film ini pula masyarakat mengajukan petisi yang sampai ke Presiden Korea Selatan sehingga dua bulan setelah film ini dirilis, pemerintah kota memutuskan untuk menutup sekolah ini dan menggelar sidang kembali. Salah satu terdakwa akhirnya dijatuhi hukuman 12 tahun penjara setelah sebelumnya mereka hanya mendapatkan hukuman 2 tahun penjara sedang yang lainnya ditinjau ulang hukumannya.


keberhasilan film ini juga tidak terlepas atas bantuan dari orang -orang yang terlibat langsung dalam kasus ini. Tema film ini sangat jarang, karena rata- rata korban pelecehan agak sulit untuk mau mengungkapkan mengenai diri mereka. Film garapan sutradara Dong-hyuk Hwang ini bertahan di peringkat pertama selama 3 minggu berturut-turut di Korea, meraup pendapatan 7,8 miliar won dalam minggu pertama sejak dirilis, dinominasikan dan memenangkan beberapa penghargaan dan tembus tayang di beberapa bioskop Amerika dan Kanada. Film ini bahkan mampu mendorong disahkannya UU baru yang disebut Dogani Bill yang menghapus pembatasan status tindak kriminal seksual pada anak di bawah 13 tahun dan wanita disabled serta menaikkan maksimal hukuman menjadi penjara seumur hidup

Dalam film ini kita benar - benar disadarkan atas ketidakberdayaan seseorang menghadapi bobroknya kejahatan yang bukan hanya sebuah kejahatan hati nurani dari pelakunya tapi juga dari orang - orang sekitar (polisi, jaksa, pengacara, hakim, kepala sekolah, pemuka agama, guru, bahkan dari pihak keluarga yang mau berdamai hanya karena uang) yang seolah -olah ini hanya masalah sepele. Sangat miris sekali ketika Jeon Min Su, salah satu korban memutuskan untuk mencari keadilan sendiri dengan caranya demi dia dan adiknya yang telah memilih bunuh diri karena tidak kuat menahan kekerasan yang dia alami. Anak -anak disabilitas ini terkesan mereka hidup sendirian tanpa ada orang yang membantu mereka menghadapi kesulitan hidup, dan orang yang seharusnya melindungi dan membantu mereka bahkan melakukan kekerasan terhadap mereka dan karena kekurangannya (bisu tuli) tidak mampu berkata apa - apa dan hanya bisa hidup dalam ketakutan setiap hari. Rasanya saya ingin berlari memeluk mereka, menangis dan berteriak bersama. tapi kembali lagi kita dihadapkan oleh kenyataan realita, seperti In Ho yang terjepit antara realita hidupnya dengan hati nuraninya untuk membantu anak - anak itu. Kang In Ho dalam perjuangannya dibenturkan dengan kebutuhan finansialnya sebagai orang tua tunggal, setelah kasus ini merebak Kang In Ho langsung kehilangan pekerjaannya, ibunya sama sekali tidak mendukung perjuangannya karena khawatir dengan keselamatannya. Korban yang masih di bawah umur harus diwakilkan oleh keluarga dalam mengambil keputusan, keluarga korban yang memiliki kesulitan finansial dan ternyata juga memiliki keterbelakangan mental tanpa banyak tanya segera menyetujui permintaan damai dari terdakwa. Disini saya melihat kadang realita membuat kita menutup nurani kita sebagai manusia dan uang mnguasai jiwa -jiwa kotor kita.


saya sangat mengapresiasi Gong Yoo, karena dialah yang  memaksa untuk mengangkat novel tersebut jadi sebuah film. 



SINOPSIS


Masuk ke film, dibuka dengan adegan yang cukup ironis, sebuah kereta melaju dan tiba-tiba saja seorang anak kecil bunuh diri di depannya, di saat bersamaan ada seorang lelaki yang akan memulai kehidupan barunya di Mujin, sebuah daerah jauh dari kota Seoul. Setelah ditinggal bunuh diri oleh istrinya serta keadaan financial yang tidak terlalu baik, Kang In-Ho (Gong Yoo) menerima tawaran menjadi guru kesenian di sekolah berkebutuhan khusus, sekolah khusus anak-anak bisu-tuli, menitipkan anaknya yang menderita asma kepada ibunya. Di tempat yang baru In-Ho berharap akan memiliki kehidupan yang lebih baik lagi. 

Menemukan kenyataan pedih dimana sebagian anak-anak yang tinggal di asrama sekolah tersebut mengalami kekerasan fisik dan seksual oleh guru mereka. Tapi tantangan yang berat untuk guru In-ho, karena ia mendapati bahwa kepala sekolah yang melakukan tindak kekerasan adalah tokoh yang menyumbang pembangunan dan gereja di kota tesebut. Tak berhenti sampai disitu, ternyata ia juga menyadari bahwa tidak hanya kepala sekolah dan guru, namun polisi, gereja, bahkan jaksa di masyarakat kota itu berusaha menutupinya. Bersama dengan aktivis HAM Seo Yu-Jin, ia memutuskan untuk memperjuangkan hak-hak anak-anak dan mengekspos kejahatan yang dilakukan di sekolah. Perjuangan yang tidak mudah, bahkan memakan korban satu anak muridnya.



LINK STREAMING
https://indoxxi.tube/movie/silenced-2011-1qvd

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BECAUSE THIS IS MY FIRST LIFE

ANGRY MOM